Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kebijakan Sektoral Tak Lagi Memadai, BI Beberkan 4 Agenda Prioritas Riset

Bank Indonesia menyatakan bahwa kebijakan sektoral saja sudah tidak cukup untuk menghadapi tantangan global seperti fragmentasi geoekonomi dan transformasi digital. Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menyampaikan hal ini saat membuka Konferensi Internasional BMEB ke-20 di Bali. BI menekankan perlunya integrasi kebijakan yang mencakup instrumen moneter, kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, hingga koordinasi fiskal agar dapat merespons risiko sistemik yang semakin kompleks.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BI menetapkan empat agenda prioritas riset. Pertama, penguatan pemahaman transmisi kebijakan moneter di tengah fragmentasi geoekonomi. Kedua, analisis mendalam terkait implikasi keuangan digital seperti kecerdasan buatan, fintech, dan aset kripto. Ketiga, pengembangan pengukuran risiko sistemik untuk mengantisipasi ancaman siber hingga dampak perubahan iklim. Keempat, penguatan kolaborasi internasional dalam riset kebijakan moneter dan keuangan.

Destry menekankan bahwa integrasi kebijakan dan inovasi riset menjadi kunci agar BI dapat tetap relevan dan efektif dalam menjaga stabilitas dan kepastikan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang cepat berubah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait