Bisnis Alat Berat Tertekan, Pembiayaan Multifinance Kontraksi 0,22%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembiayaan alat berat oleh perusahaan multifinance di Indonesia mengalami kontraksi 0,22% secara tahunan hingga Rp48,65 triliun pada Juni 2026, mencerminkan penurunan permintaan alat berat sepanjang semester I-2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh lemahnya aktivitas sektor industri, termasuk penurunan penjualan hingga 43,07% pada PT Intraco Penta Tbk dan kontraksi pendapatan 15% pada PT United Tractors Tbk. Sektor pertambangan dan penggalian tetap menjadi penyumbang terbesar dengan pembiayaan mencapai Rp27,13 triliun atau 55,76% dari total, menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada aktivitas ini. Meski demikian, OJK optimis pembiayaan alat berat akan membaik hingga akhir 2026 seiring pemulihan sektor pengguna alat berat. Nilai piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp511,26 triliun dengan pertumbuhan 1,88%, sementara NPF gross turun ke 3,01% dari 3,06% pada Mei 2026.
Bagikan
Berita terkait
Tak Bisa Disehatkan, OJK Cabut Izin Usaha Multifinance Credit Saison
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 19.15
OJK Wanti-wanti Transaksi Mobil 'STNK Only', Multifinance Terancam
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 17.10
Multifinance Masih Bergantung Bank, Pendanaannya Capai Rp289,69 Triliun
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 18.18
Bukan Cuma OTO dan SOFN, OJK Spill Ada Multifinance yang Sedang Proses Merger
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 17.30