Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Bisnis Asuransi Kredit BUMN Dipangkas, Klaim Melonjak 32,7%

Konsolidasi perusahaan asuransi BUMN sesuai arahan BPI Danantara mendorong pengurangan porsi bisnis asuransi kredit pada perusahaan asuransi umum pelat merah. Hal ini dilakukan agar tidak bercampur dengan kegiatan usaha asuransi umum, dengan rencana konsolidasi menuju tiga entitas terpisah: asuransi jiwa, asuransi umum, dan penjaminan. Wakil Ketua AAUI Heri Supriyadi menjelaskan bahwa pengalihan bisnis kredit ke entitas penjaminan ini disebabkan oleh perbedaan karakteristik risiko yang lebih tinggi pada produk asuransi kredit, sehingga diperlukan seleksi portofolio yang lebih ketat.

Meskipun porsi asuransi kredit pada perusahaan asuransi BUMN mengecil, bisnis asuransi kredit secara industri tetap mengalami pertumbuhan. AAUI mencatat premi asuransi kredit pada kuartal II-2026 mencapai Rp9,32 triliun, naik 9,3% dari periode sebelumnya (Rp8,52 triliun). Klaim asuransi kredit justru melonjak signifikan sebesar 32,7% secara tahunan, dari Rp6,99 triliun pada kuartal II-2025 menjadi Rp9,28 triliun pada kuartal II-2026.

Heri menekankan bahwa penurunan porso bisnis asuransi kredit pada perusahaan asuransi umum BUMN bukan akibat menurunnya permintaan, melainkan karena restrukturisasi bisnis selama proses konsolidasi. Dengan pemisahan ini, diharapkan masing-masing entitas dapat fokus pada core businessnya masing-masing tanpa mengorbankan pengelolaan risiko.

Berita terkait