Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Bisnis Terus Tumbuh, Warta Ekonomi Apreasiasi Strategi Marketing Sejumlah Perusahaan

Warta Ekonomi menggelar Indonesia Best CMO Awards 2026 dengan tema "Accelerating Business Growth through Intelligent Marketing and Digital Innovation". Ajang ini memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan dari berbagai sektor atas kontribusi para Chief Marketing Officer (CMO) dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Penghargaan diberikan di tengah transformasi pemasaran yang semakin dipengaruhi teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan (AI). CEO & Chief Editor Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan, menyatakan bahwa peran CMO kini tidak hanya terbatas pada pembangunan merek dan kampanye, tetapi juga harus terhubung dengan strategi pertumbuhan perusahaan melalui integrasi teknologi, data, inovasi, dan kebutuhan pelanggan.

Riset Warta Ekonomi terhadap 114 perusahaan menunjukkan bahwa transformasi pemasaran telah luas di Indonesia. Sebanyak 94,74% perusahaan telah melakukan ekspansi atau inovasi dan mendapatkan pengakuan eksternal atas kekuatan merek. Selain itu, 96,49% perusahaan aktif menjalankan kampanye pemasaran dalam satu tahun terakhir, dan 86,84% memanfaatkan teknologi digital, data, dan/atau AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Namun, hanya 61,54% perusahaan yang dapat memverifikasi pertumbuhan pendapatan di atas rata-rata 7,4%, dan 61,11% memiliki ROI di bawah 10%, menunjukkan ruang untuk meningkatkan efektivitas investasi pemasaran.

Shinta Kamdani, Ketua Umum APINDO, menekankan bahwa kualitas pengambilan keputusan semakin penting bagi CMO. Menurutnya, keunggulan perusahaan ditentukan tidak hanya oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kemampuan membaca sinyal pasar, menerjemahkan data menjadi insight, dan menghubungkan aktivitas marketing dengan hasil bisnis yang terukur. Shinta juga menyatakan bahwa AI bukanlah strategi utama, tetapi sekadar enabler untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi pengambilan keputusan. Sekitar 70% perusahaan menempatkan AI sebagai prioritas penting dengan rata-rata 15% anggaran marketing dialokasikan untuk teknologi ini, namun hanya 30% yang benar-benar siap menggunakannya secara optimal. Ketersenjangan talenta dan kemampuan mengoperasikan AI dalam proses pengambilan keputusan menjadi tantangan utama.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait