Bisnis Terus Tumbuh, Warta Ekonomi Apreasiasi Strategi Marketing Sejumlah Perusahaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Warta Ekonomi menggelar Indonesia Best CMO Awards 2026 dengan tema "Accelerating Business Growth through Intelligent Marketing and Digital Innovation". Ajang ini memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan dari berbagai sektor atas kontribusi para Chief Marketing Officer (CMO) dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Penghargaan diberikan di tengah transformasi pemasaran yang semakin dipengaruhi teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan (AI). CEO & Chief Editor Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan, menyatakan bahwa peran CMO kini tidak hanya terbatas pada pembangunan merek dan kampanye, tetapi juga harus terhubung dengan strategi pertumbuhan perusahaan melalui integrasi teknologi, data, inovasi, dan kebutuhan pelanggan.
Riset Warta Ekonomi terhadap 114 perusahaan menunjukkan bahwa transformasi pemasaran telah luas di Indonesia. Sebanyak 94,74% perusahaan telah melakukan ekspansi atau inovasi dan mendapatkan pengakuan eksternal atas kekuatan merek. Selain itu, 96,49% perusahaan aktif menjalankan kampanye pemasaran dalam satu tahun terakhir, dan 86,84% memanfaatkan teknologi digital, data, dan/atau AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Namun, hanya 61,54% perusahaan yang dapat memverifikasi pertumbuhan pendapatan di atas rata-rata 7,4%, dan 61,11% memiliki ROI di bawah 10%, menunjukkan ruang untuk meningkatkan efektivitas investasi pemasaran.
Shinta Kamdani, Ketua Umum APINDO, menekankan bahwa kualitas pengambilan keputusan semakin penting bagi CMO. Menurutnya, keunggulan perusahaan ditentukan tidak hanya oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kemampuan membaca sinyal pasar, menerjemahkan data menjadi insight, dan menghubungkan aktivitas marketing dengan hasil bisnis yang terukur. Shinta juga menyatakan bahwa AI bukanlah strategi utama, tetapi sekadar enabler untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi pengambilan keputusan. Sekitar 70% perusahaan menempatkan AI sebagai prioritas penting dengan rata-rata 15% anggaran marketing dialokasikan untuk teknologi ini, namun hanya 30% yang benar-benar siap menggunakannya secara optimal. Ketersenjangan talenta dan kemampuan mengoperasikan AI dalam proses pengambilan keputusan menjadi tantangan utama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.55
Bos Telkomsel Ungkap Strategi Transformasi AI, Ini Pesan Danantara
Detik.com · 1 September 2026 pukul 12.45
Tim Cook Bikin Apple Jadi Raksasa, John Ternus Ditantang Bikin Gebrakan
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 16.33
Video: Manfaat AI Jadi Solusi Keuangan Nasabah-Perkuat Bisnis Asuransi
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 10.53
Di Balik Ambisi China Pekerjakan Jutaan Robot di Pabrik
Berita terkait
Bos APINDO Ungkap Tantangan Baru CMO: Marketing Harus Buktikan Omzet
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 11.10
Indonesia Punya Ekosistem AI Sendiri, Domain .ai.id Dibuka untuk Publik
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 15.09
Dari Cilacap, AI Bantu Nelayan "Membaca Laut" Sebelum Berlayar
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 14.45
Teknologi AI 'Iwak' Pertamina Bantu Persiapan Nelayan Cilacap Melaut
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 14.21