Bos BGN Bantah MBG Habiskan APBN, Singgung Pupuk hingga Sekolah Rusak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, membantah anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menekankan bahwa masalah seperti kelangkaan pupuk, kerusakan irigasi, dan kondisi sekolah rusak sudah ada sebelum program MBG diperkenalkan.
Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah tetap memenuhi kuota pupuk dengan diskon harga 20% dan mengalokasikan dana revitalisasi irigasi sebesar Rp12 triliun pada tahun lalu, meningkat menjadi Rp14 triliun tahun ini. Untuk sekolah, lebih dari 16 ribu gedung telah direnovasi sepanjang 2025, dan tahun ini ditargetkan lebih dari 70 ribu unit perbaikan, yang akan mencapai hampir 400 ribu sekolah secara bertahap.
Bantahan ini disampaikan di tengah viralnya foto siswa di SDN Tanggirejo, Grobogan, yang makan MBG di depan kelas dengan atap rusak. Sudaryono menegaskan bahwa kondisi sekolah rusak bukan disebabkan oleh MBG, melainkan masalah lama yang kini sedang ditangani oleh pemerintah, bersamaan dengan program prioritas lainnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 04.26
Kepala BGN Sudaryono Sampai Merasa Gemas, Menyinggung Pendapatan Honorer
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 17.49
Mentan Ngamuk! Penggilingan Beras Tipu Masyarakat, 36 Orang Tersangka
Berita terkait
Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.23
Prabowo Wanti-Wanti Proyek dengan Nilai Anggaran Jumbo
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.00
Anggaran ketahanan pangan Rp195,3 triliun pada RAPBN 2027
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 18.22
Bos BGN Bantah MBG Gerus Anggaran Renovasi Sekolah
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 04.45