Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan rupiah tertekan pada pekan lalu karena gejolak global, terutama perang Iran-AS yang meningkatkan tekanan pada mata uang. Meski rupiah hampir menyentuh level Rp 17.400 per dolar, perkembangan konflik di Timur Tengah menyebabkan melemahannya kembali ke Rp 17.585 pada Jumat (11/9/2026). BI tetap memproyeksikan rupiah di kisaran Rp 17.300-Rp 17.800 pada tahun ini dan depan. Pada Senin (14/9/2026), rupiah terapresiasi 0,14% ke level Rp 17.560, membalikkan tren pelemahan sebelumnya. Indeks dolar AS (DXY) menguat 0,05% menjadi 99,176, sementara sentimen pasar dipengaruhi oleh serangan baru di Arab Saudi dan kapal di Teluk yang menambah ketidakpastian pasokan energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 11.42
Pasar Berekspektasi Terhadap The Fed, Rupiah Jadi Kurang Perhatian
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 10.05
IHSG Hari Ini 14 September 2026 Melemah ke 6.533, Pasar Tunggu Kebijakan The Fed
JawaPos · 14 September 2026 pukul 07.30
Rupiah Tertekan Harga Minyak Dunia, Potensi Melemah ke Level Rp 17.650 Hari Ini
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 16.14
Gejolak Harga Minyak Dunia, Rupiah Diramal Tembus Rp17.850 Pekan Depan
Berita terkait
Rupiah Sentuh Level Tertinggi 15 Minggu, Dolar AS Turun ke Rp17.650
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.05
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.06
Rupiah Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS akibat Lonjakan PPI Amerika Serikat
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.54
Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.585
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.04