Pasar Berekspektasi Terhadap The Fed, Rupiah Jadi Kurang Perhatian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah 0,02 persen menjadi Rp17.611 per USD pada perdagangan Senin, dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) 25 basis points ke 4 persen pada Kamis (17/9). Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memproyeksikan rupiah melemah di kisaran Rp17.600-Rp17.680 per USD. Ekspektasi ini menimbulkan risiko BI akan mengambil kebijakan hawkish di Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan depan, sementara yield obligasi pemerintah AS 10 tahun mendekati 5 persen dan indeks dolar menyentuh 99. Ruang fiskal pemerintah sempit dengan asumsi harga minyak US$70 per barel dalam APBN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 September 2026 pukul 13.13
IHSG Sesi I Anjlok 1,70 Persen, Imbas Ekspektasi The Fed Naikkan Suku Bunga
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 12.26
Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Tertekan Lawan Dolar Minggu Lalu
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 09.34
Rupiah melemah dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.06
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560
Berita terkait
Rupiah Menguat ke Rp17.642 per Dolar AS Jumat Sore
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 15.38
Rupiah Sentuh Level Tertinggi 15 Minggu, Dolar AS Turun ke Rp17.650
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.05
Rupiah Sepekan Bertahan di Rp17.693, Pasar Tunggu Data Inflasi dan Sinyal The Fed
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 11.01
Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.30