Bos Bursa Jelaskan Dampak Karhutla Kalimantan ke Bursa Karbon
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dapat mengganggu ketersediaan unit karbon yang diperdagangkan di Bursa Karbon. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan perdagangan karbon menggunakan mekanisme vintage, sehingga kebakaran saat ini berpotensi mempengaruhi ketersediaan unit karbon di masa depan. Sistem perdagangan karbon telah terintegrasi dengan pemerintah melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), dengan BEI bertugas melayani perdagangan di pasar sekunder. Volume perdagangan karbon mencapai 1,9 juta ton CO2e dengan nilai transaksi Rp93,8 miliar, meliputi 10 proyek dan 159 entitas pengguna jasa. Hingga saat ini, belum terdeteksi dampak signifikan dari karhutla terhadap aktivitas perdagangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.03
Bos BEI Ungkap Dampak Karhutla Kalimantan Bisa Ancam Bursa Karbon
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 11.26
BEI Bicara Dampak Karhutla ke Lantai Bursa
Berita terkait
Batas ARB & ARA Saham Mau Dirombak, Ini Bocorannya
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 11.00
Harga Naik Ugal-ugalan, BEI Gembok Perdagangan Saham TRUK
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.50
Helikopter Angkut Air dari Kolam Ikan untuk Karhutla Kalsel, Ikan-ikannya Mati
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 16.27
Penanganan Karhutla di Bengkalis Diperkuat Tim Medis Demi Menjaga Kondisi Tim yang Bekerja
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 15.52