BPJS Kesehatan menghadapi cashflow gap Rp14 triliun hingga September 2026. Pendapatan iuran Rp118 triliun, biaya manfaat Rp132 triliun.
Warta Ekonomi± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPJS Kesehatan mengalami cashflow gap sebesar Rp14 triliun hingga September 2026. Tekanan ini terjadi karena pendapatan iuran Rp118 triliun lebih rendah daripada biaya manfaat Rp132 triliun. Selisih tersebut dipengaruhi peningkatan pemanfaatan layanan untuk penyakit berbiaya tinggi seperti kanker, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Di sisi lain, 52 juta peserta JKN belum aktif membayar iuran. Pemerintah menyetujui tambahan anggaran Rp20 triliun yang akan dicairkan pada Oktober dan November 2026 untuk menutup gap tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Iuran JKN 6 Tahun Tak Naik, BPJS Kesehatan Ubah Model Layanan
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 14.14
BPJS Gelontorkan Rp 100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung
Detik.com · 29 September 2026 pukul 20.31
Pasien Cuci Darah Minta MK Gratiskan Iuran BPJS Kesehatan Pengidap Sakit Kronis
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.35
NADI JKN, Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 14.52