BPJS Kesehatan Soroti Cash Flow Gap Rp 2 Triliun per Bulan, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPJS Kesehatan mengalami cash flow gap sebesar Rp 2 triliun per bulan. Kesenjangan ini terjadi karena penerimaan iuran Rp 14 triliun per bulan tidak mencukupi biaya pelayanan kesehatan Rp 16 triliun per bulan. Sekitar 54 juta peserta (20,6% dari total) belum aktif membayar iuran, termasuk 13 juta yang memiliki tunggakan. Inflasi medis 16,9% jauh di atas inflasi umum 2,5%, menyebabkan biaya pelayanan naik 75% dari Rp 108,8 triliun (2019) menjadi Rp 190,3 triliun (2025). Target 2027: menambah 23,5 juta peserta aktif hingga 88% dari 80,6% saat ini. Sistem pembayaran masih volume-based, akan diganti value-based. Inflasi medis dan penyakit katastropik Rp 50,2 triliun juga mempengaruhi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 19.32
Inflasi Medis hingga 17.9%, Asuransi Kesehatan Bisa Dipertimbangkan untuk Mengatasinya!
Berita terkait
Biaya Kesehatan Naik 17,8 %, Dunia Asuransi Hadapi Tantangan Besar
JawaPos · 11 September 2026 pukul 21.31
Inflasi Medis Tembus 10%-19%, Asuransi Tak Bisa Sembarangan Naikkan Premi
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 10.52
Riset Ungkap Bahaya Polusi Jabodetabek Bisa Tambah Beban Biaya Kesehatan
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 15.04
Biaya Berobat Terus Naik, Bagaimana Tetap Dapat Perlindungan Kesehatan Maksimal?
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 15.28