BPS bakal manfaatkan Sensus Ekonomi untuk DTSEN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) akan memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemutakhiran dilakukan secara berkelanjutan melalui kanal BPS dan Kementerian Sosial (Kemensos) dengan peningkatan metodologi Proxy Means Test (PMT). DTSEN bersifat dinamis karena perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat, sehingga pembaruan diperlukan untuk menyesuaikan data dengan realitas. Dengan DTSEN yang terupdate, pemerintah dapat merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran. Kemensos menyatakan DTSEN membantu memperluas cakupan penerima bantuan sosial (bansos) hingga 4,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru. Pemerintah juga akan membangun Dynamic Social Registry dan mendigitalisasi bansos pada awal 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.10
BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Akurasi Penerima Bansos
Detik.com · 11 September 2026 pukul 19.00
Kemensos: Butuh Bansos Silakan Minta, Tak Minta Dianggap Tak Butuh
JawaPos · 11 September 2026 pukul 18.31
4,3 Juta KPM Baru Terima Bansos usai Pemutakhiran Data DTSEN
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.48
BPS: Data DTSEN Harus Mutakhir agar Tepat Sasaran
Berita terkait
Pemutakhiran Desil DTSEN, 4,3 Juta KPM Baru Kini Terima Bansos
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.46
4,33 Juta Keluarga yang Tadinya Tak Dapat Bansos Kini Kebagian, Data DTSEN Terus Dimutakhirkan
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 04.37
Penyebab Desil DTSEN Berubah Drastis Terungkap, Apakah Bansos Batal Cair?
JawaPos · 4 September 2026 pukul 10.15
Ini Alasan Perubahan Desil DTSEN Menurut Kemensos
Detik.com · 4 September 2026 pukul 09.01