BPS: Data DTSEN Harus Mutakhir agar Tepat Sasaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) menekankan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar data yang digunakan pemerintah tetap akurat dan tepat sasaran. Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS, Setia Pramana, menyatakan bahwa ketidaksesuaian desil yang ditemukan di lapangan dapat terjadi karena data yang digunakan belum mencerminkan kondisi masyarakat saat ini. DTSEN menggunakan lebih dari 40 variabel, termasuk kondisi perumahan, kepemilikan aset, karakteristik rumah tangga, dan akses sanitasi, untuk memberikan gambaran yang menyeluruh. Pemerintah sedang membangun Dynamic Social Registry dan mendorong digitalisasi penyaluran bansos dengan peluncuran pada Oktober 2026 dan implementasi Januari 2027. Dengan pembaruan data setiap tiga bulan dan integrasi data dari 18 kementerian, diperkirakan 4,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru akan teridentifikasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.10
BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Akurasi Penerima Bansos
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.50
Coretax Bisa Jadi Acuan Pemerintah Ukur Tingkat Kemiskinan
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 19.37
BPS bakal manfaatkan Sensus Ekonomi untuk DTSEN
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.55
BPS Tegaskan Acuan Bansos Tetap Data Kemiskinan Nasional
Berita terkait
Pemutakhiran Desil DTSEN, 4,3 Juta KPM Baru Kini Terima Bansos
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.46
4,33 Juta Keluarga yang Tadinya Tak Dapat Bansos Kini Kebagian, Data DTSEN Terus Dimutakhirkan
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 04.37
Kemensos Ungkap Penyebab Perubahan Desil DTSEN
kumparan · 4 September 2026 pukul 09.00
Data Kemiskinan RI Versi BPS dan Bank Dunia Berbeda, Kok Bisa?
Detik.com · 10 September 2026 pukul 20.36