BPS dan MOSPI Kerja Sama Perkuat Statistik, Tindak Lanjut Prabowo-Modi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) dan Ministry of Statistics and Programme Implementation (MOSPI) India telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk memperkuat kerja sama kelembagaan. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dan Secretary General MOSPI India Saurabh Garg di sela-sela Meeting of Heads of National Statistical Offices (NSOs) of BRICS Countries di Lucknow, India, pada Selasa (4/8). Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut penguatan hubungan bilateral pasca-kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada awal Juli lalu.
Dokumen kerja sama mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran metodologi dan praktik terbaik, transformasi digital statistik, pelatihan bersama, serta kolaborasi teknis lainnya. Secara khusus, kedua lembaga akan berkolaborasi dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk diseminasi statistik dan digitalisasi proses bisnis statistik. BPS yang mengelola platform digital FASIH dan MOSPI yang mengelola e-SIGMA akan saling bertukar pengalaman untuk memodernisasi kedua sistem tersebut.
Forum kepala kantor statistik negara BRICS diharapkan menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi global guna menjawab dinamika dunia yang kompleks. Partisipasi aktif Kepala BPS RI dalam pertemuan ini menegaskan peran Indonesia dalam komunitas statistik internasional, sekaligus memperluas kontribusi BPS dalam pengembangan statistik global untuk mendukung pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 13.07
Kelanjutan Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Modi: BPS dan MOSPI Kerja Sama Penguatan Statistik
Berita terkait
Bamsoet Tegaskan RI Harus Jadi Kekuatan Penyeimbang Persaingan Global
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.09
BI Sebut Inflasi September 2026 Masih Terjaga
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.02
Inflasi September Tembus 3,28%, Dompet Warga RI Aman?
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 10.05
Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 09.56