Inflasi September Tembus 3,28%, Dompet Warga RI Aman?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Inflasi tahunan Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28%, naik dari 3,19% pada Agustus. Kenaikan ini dipicu oleh berbagai kelompok pengeluaran, dengan kontribusi signifikan dari sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya (7,77%), transportasi (4,84%), serta makanan, minuman, dan tembakau (4,37%). Pemerintah menilai angka ini masih sehat dan berada dalam target sasaran 1,5%-3,5%, sehingga dianggap belum mengganggu daya beli masyarakat.
Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia terus berkoordinasi melalui TPIP dan TPID untuk menjaga stabilitas harga. Meskipun fundamental ekonomi terlihat kuat dengan surplus neraca perdagangan US$3,5 miliar dan PMI Manufaktur 52,4, terdapat risiko eksternal dan domestik. Tantangan utama meliputi potensi dampak El Niño terhadap pangan, program Makan Bergizi Gratis, ketegangan geopolitik Timur Tengah, serta fluktuasi nilai tukar rupiah akibat kebijakan suku bunga The Fed.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 11.32
BPS Catat Inflasi RI 3,28 Persen di September 2026
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.02
BI Sebut Inflasi September 2026 Masih Terjaga
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 08.25
Neraca Dagang RI Balik Surplus Lagi!
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 08.07
BI: Inflasi September terjaga didukung kebijakan moneter dan sinergi
Berita terkait
Biang Kerok Inflasi September: Cabai Rawit-Merah dan Daging Ayam!
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 11.19
Breaking News! RI Catat Inflasi 0,30% pada September 2026
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 11.09
Harga Cabai hingga Beras Bakal Sumbang Inflasi September 2026
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 20.30
Membaca Arti Deflasi Juli 2026: Pasokan Melimpah atau Daya Beli Lesu?
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.10