BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Ukuran Kemiskinan, Begini Cara Membacanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4685270/original/020372900_1702472073-20231213-Plt-Kepala-BPS-Amalia-Adininggar-Widyasanti-Herman-8.jpg)
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bukanlah ukuran absolut kemiskinan, melainkan pemeringkatan relatif yang menunjukkan posisi suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya. Menurut Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, keluarga dalam DTSEN dikelompokkan ke dalam 10 desil, dengan masing-masing kelompok mewakili sekitar 10 persen keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif. Desil 1 merepresentasakan keluarga dengan kesejahteraan relatif terendah, sementara desil 10 merepresentasakan yang tertinggi. Angka desil tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai indikator keluarga miskin atau kaya secara langsung.
Pemeringkatan desil tidak hanya didasarkan pada pendapatan keluarga, tetapi juga mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersamaan. Faktor-faktor yang digunakan meliputi kondisi tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan disabilitas. Metode statistik Proxy Means Test (PMT) digunakan untuk mengolah data ini dan memperkirakan tingkat kesejahteraan relatif keluarga.
Karena menggunakan banyak indikator, satu kondisi tertentu tidak otomatis menentukan seseorang berada pada desil tertentu. Posisi desil juga dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dan posisinya dibandingkan dengan keluarga lain. DTSEN perlu diperbarui secara berkala agar data yang digunakan pemerintah mencerminkan kondisi terkini masyarakat. Data desil selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh kementerian dan lembaga sebagai dasar untuk menentukan sasaran atau prioritas program, namun bukan sebagai daftar otomatis penerima bantuan sosial.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 21.40
BPS Bongkar Arti Desil 1-10 di DTSEN, Ternyata Bukan Patokan Orang Miskin atau Kaya
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 13.21
BPS Jelaskan Arti Desil dalam DTSEN: Bukan Penentu Mutlak Kemiskinan
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 11.15
Kepala BPS: Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Warga RI
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 17.04
BPS Jelaskan Fungsi Desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional
Berita terkait
BPS Ungkap Indikator Penilaian Desil DTSEN Selain Gaji
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.00
BPS Jelaskan soal Desil dalam DTSEN
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 14.30
Penentuan Desil Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Hasil Sensus Ekonomi
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 17.30
DTSEN Jadi Rujukan Bersama, BPS Jelaskan Arti Desil
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 17.09