BPS Waspadai Lonjakan Harga Bawang Putih, Kini Meluas ke 248 Daerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) memperingatkan bahwa kenaikan harga bawang putih kini meluas ke 248 kabupaten/kota, atau sekitar 68,89% wilayah Indonesia. Pada minggu kelima Juli 2026, indeks harga komoditas tersebut naik 3,57% secara nasional, mencapai rata-rata Rp42.005 per kilogram, melebihi harga acuan pemerintah sebesar Rp38.000 per kg. Kenaikan ini dimulai sejak Juni dan berpotensi mendorong inflasi, dengan beberapa daerah mencatat kenaikan harga tertinggi di Intan Jaya, Puncak, dan Pegunungan Bintang (Rp100.000 per kg) serta harga terendah di Rp23.160 per kg. Beberapa kabupaten jauh di atas harga acuan, seperti Bolaang Mongondow Utara (+30,68%), Pohuwato (+48,07%), Deiyai (+109,47%), Kolaka Utara, Gorontalo Utara, dan Buton Selatan. Menanggapi hal ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat pengendalian pasokan melalui dua rapat koordinasi lintas kementerian yang dipimpin oleh Wakapolri Dedi Prasetyo, melibatkan Polri untuk mengamankan produksi dalam negeri. Pasokan di Pasar Induk Kramat Jati meningkat 153,49% menjadi 109 ton dengan harga stabil sekitar Rp23.000 per kg, sementara Pasar Induk Tanah Tinggi bertahan di kisaran Rp29.000 per kg. Pemerintah juga meminta BUMN pangan memperkuat distribusi ke daerah dengan harga tinggi dan meminta pemerintah daerah memisahkan pencatatan harga antara bawang putih utuh (honan) dan kupas (kating).
Bagikan
Berita terkait
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Serahkan Bantuan Pangan Perdana di Alor
CNN Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 19.31
BPK: LK Kementan serta Bapanas masing-masing peroleh opini WTP dan WDP
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 12.06
Bantuan Korban Gempa NTT Capai Rp100 Miliar, Amran: Makan Tak Boleh Ditunda
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 12.04
Amran Copot 14 Pejabat Kementan dan Bapanas Buntut Dugaan Main Uang
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.47