Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bukan China! Ini Pemberi Utang Nomor 1 RI

Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai US$453,4 miliar, tumbuh 4,4% year-on-year. Peningkatan didorong sektor publik: utang pemerintah naik 2,9% menjadi US$216,3 miliar (melambat dari 3,8% di Q1), dan utang bank sentral meningkat seiring naiknya kepemilikan investor non-residen pada SRBI untuk stabilkan rupiah. Sementara sektor swasta justru menyusut 0,6% menjadi US$194,6 miliar, dengan utang lembaga keuangan mengontraksi 3,4% (membaik dari 6,3% di Q1).

Berdasarkan asal pemberi pinjaman, Singapura menempati posisi teratas dengan US$51,07 miliar, diikuti Amerika Serikat US$29,53 miliar, dan China US$25,69 miliar. Berdasarkan institusi, pinjaman terbesar berasal dari IBRD (World Bank) US$21,32 miliar, ADB US$12,23 miliar, dan IMF US$8,72 miliar. Komposisi ULN keseluruhan: negara pemberi pinjaman US$210,4 miliar, organisasi internasional US$47,18 miliar, dan lainnya US$187,45 miliar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait