Bukan Cuma Industri, PGN Gagas Salurkan CNG ke Rumah Tangga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328045/original/057902400_1787133606-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_16.45.11.jpeg)
PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) memperluas penggunaan compressed natural gas (CNG) tidak hanya untuk sektor industri, tetapi juga untuk kebutuhan rumah tangga. Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menyatakan bahwa perusahaan mengembangkan sistem jaringan klaster untuk menyalurkan CNG ke pelanggan rumah tangga, termasuk di wilayah perkotaan dan perdesaan. Sistem ini menggunakan tekanan tinggi sekitar 200 bar yang kemudian diturunkan melalui Pressure Regulating Station (PRS) hingga mencapai 3 bar, dan selanjutnya melalui Regulating Station (RS) hingga 0,3 bar agar sesuai untuk penggunaan di rumah tangga.
Hingga kini, PGN Gagas telah berhasil membangun sekitar 4.545 sambungan rumah tangga berbasis CNG. Sistem ini dirancang agti gas dapat langsung digunakan tanpa perlu tambahan regulator, sehingga pelanggan hanya perlu menyalakan kompor. Selain itu, sistem keamanan diterapkan secara menyeluruh, termasuk patroli jaringan, operasi 24 jam, pemberian odoran pada gas untuk mendeteksi kebocoran, dan sertifikasi wajib bagi seluruh operator teknis.
PGN Gagas juga mengembangkan CNG untuk pelanggan komersial seperti hotel, restoran, dan kafe melalui model point-to-point dengan penggunaan tabung CNG. Untuk pelanggan dengan konsumsi besar, tabung ditempatkan secara permanen dan diisi menggunakan sistem Continuous Transfer Filling (CTF), sementara pelanggan dengan konsumsi kecil menggunakan sistem penggantian tabung. Pengembangan ini bertujuan memperluas akses gas bumi ke wilayah yang belum memiliki sumber gas, seperti Yogyakarta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.30
46 Dapur MBG di Seluruh RI Sudah Pakai CNG 'Alternatif Pengganti' LPG
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.35
PGN Pastikan Pakai CNG Bisa Lebih Hemat 30% Dibanding LPG
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 09.07
CNG Merah Putih Disinyalir Lebih Boros Ketimbang Gas Melon LPG: Bisa Dipakai Cuma 3 Hari
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.00
Tabung CNG 3 Kg Masih Diuji, Jakarta Disiapkan Jadi Lokasi Perdana Pilot Project
Berita terkait
Subsidi LPG 3 Kg Bakal Dipangkas Tahun Depan, Diganti Kompor Listrik dan CNG
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 16.03
Jatah LPG 3 Kg 2027 Dipotong, ESDM Siapkan CNG Jadi Pengganti
Detik.com · 25 September 2026 pukul 14.40
CNG Clustering Jadi Opsi Awal Konversi LPG 3 Kg, INDEF Dorong Implementasi Bertahap
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 13.05
Gunakan CNG PGN, Hotel Platinum Yogyakarta Hemat Biaya Energi hingga 30 Persen
kumparan · 24 September 2026 pukul 14.31