Bukan Ditangkap, Ini Pandangan Sherly Tjoanda Agar Staf Daerah 'Nurut' dan Bersih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan perubahan paradigma pengawasan pemerintahan pada 2026, yang tidak lagi mengedepankan jumlah temuan audit sebagai ukuran keberhasilan, melainkan kemampuan mencegah kesalahan melalui sistem yang efisien. Dalam rapat koordinasi APIP dan APH, ia menekankan pentingnya membangun sistem pengawasan dengan pagar jelas untuk mencegah kesalahan administrasi, pembengkakan harga, dan penyalahgunaan kewenangan. Visinya adalah mencapai pemerintahan yang benar-benar bersih dengan mengurangi ruang bagi praktik korupsi.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menargetkan peningkatan kualitas pengelolaan anggaran. Pada 2025, skor MCP SP mencapai 90 dan masuk zona hijau, sementara skor SPI masih berada di angka 60. Untuk 2026, target adalah menjaga skor MCP SP di atas 90 dan meningkatkan skor SPI. APBD 2026 diproyeksikan naik dari Rp2,8 triliun menjadi sekitar Rp3,2 triliun, dan untuk 2027, pendapatan dan belanja ditargetkan masing-masing mencapai Rp3,4 triliun dan Rp3,9 triliun.
Rapat koordinasi ini juga mengusung tema "Sinergitas APIP dan APH dalam Mewujudkan Pemerintah yang Bersih Bebas Korupsi". Kegiatan tersebut mencakup penandatanganan Deklarasi Maluku Utara Berintegritas dan Bebas Korupsi serta Pakta Integritas oleh OPD berisiko tinggi. Sherly menekankan pentingnya sinergi antara APIP, pemerintah, dan APH untuk memastikan setiap rupiah APBD memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Kasus Korupsi Batu Bara Kukar, KPK Panggil Direktur PT Sinar Kumala Naga
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.28
KPK Dalami Gratifikasi Rp 21,5 Miliar yang Menjerat Eks Kakanwil Pajak
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.20
Kortas Tipikor Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.50
Polri Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Sudah Kantongi Lebih dari 2 Alat Bukti
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 13.20