Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Naikkan Premi, Ciputra Life Pilih Cara Ini Hadapi Biaya Medis

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menghadapi tekanan inflasi medis yang rata-rata di atas 10% dan berpotensi mencapai 12%-19% dengan memperkuat pengendalian klaim dan koordinasi layanan kesehatan, bukan dengan menaikkan premi secara sepihak. Direktur Utama Hengky Djojosantoso menyatakan bahwa kenaikan biaya kesehatan perlu diimbangi pengelolaan layanan dan risiko yang lebih ketat agar tetap terkendali.

Strategi yang ditempuh perusahaan lebih fokus pada pengendalian utilisasi layanan kesehatan agar tidak over-utilization. Ciputra Life memastikan peserta hanya mendapatkan layanan yang memang diperlukan sehingga limit manfaat tidak cepat terkuras. Selain itu, perusahaan menerapkan skema Coordination of Benefit (CoB) dengan BPJS Kesehatan sesuai dorongan regulator terkait koordinasi antarpenyelenggara layanan kesehatan (KAPJ).

Strategi pengelolaan biaya ini berjalan di tengah pertumbuhan bisnis yang signifikan. Ciputra Life mencatatkan premi sebesar Rp387,6 miliar hingga semester I-2026, melonjak 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp253,2 miliar. Fokus utama perusahaan saat ini adalah pada produk asuransi kesehatan korporat.

Berita terkait