Bukan Naikkan Premi, Ciputra Life Pilih Cara Ini Hadapi Biaya Medis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menghadapi tekanan inflasi medis yang rata-rata di atas 10% dan berpotensi mencapai 12%-19% dengan memperkuat pengendalian klaim dan koordinasi layanan kesehatan, bukan dengan menaikkan premi secara sepihak. Direktur Utama Hengky Djojosantoso menyatakan bahwa kenaikan biaya kesehatan perlu diimbangi pengelolaan layanan dan risiko yang lebih ketat agar tetap terkendali.
Strategi yang ditempuh perusahaan lebih fokus pada pengendalian utilisasi layanan kesehatan agar tidak over-utilization. Ciputra Life memastikan peserta hanya mendapatkan layanan yang memang diperlukan sehingga limit manfaat tidak cepat terkuras. Selain itu, perusahaan menerapkan skema Coordination of Benefit (CoB) dengan BPJS Kesehatan sesuai dorongan regulator terkait koordinasi antarpenyelenggara layanan kesehatan (KAPJ).
Strategi pengelolaan biaya ini berjalan di tengah pertumbuhan bisnis yang signifikan. Ciputra Life mencatatkan premi sebesar Rp387,6 miliar hingga semester I-2026, melonjak 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp253,2 miliar. Fokus utama perusahaan saat ini adalah pada produk asuransi kesehatan korporat.
Bagikan
Berita terkait
Inflasi Medis Tembus 10%-19%, Asuransi Tak Bisa Sembarangan Naikkan Premi
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 10.52
Biaya Berobat Terus Naik, Bagaimana Tetap Dapat Perlindungan Kesehatan Maksimal?
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 15.28
Kinerja 2025 Moncer, Ciputra Life Bukukan Laba Bersih Rp99,3 miliar
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 03.20
Laba Ciputra Life Tumbuh 95% di Semester I-2026
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 23.14