Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Sekadar Olahraga, CFD Jadi Peluang UMKM Tambah Pemasukan

Setiap akhir pekan, kawasan Car Free Day (CFD) seperti di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) ramai dikunjungi warga untuk berolahraga, berjalan-jalan, hingga berburu sarapan. Di tengah keramaian ini, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka lapak untuk menjual makanan, minuman, dan produk lainnya. Bagi sebagian pedagang, CFD menjadi peluang untuk memperluas pasar dan menambah pemasukan karena pengunjung yang datang memiliki latar belakang dan usia yang beragam. Lutfiah Salsabila, seorang pedagang yang rutin berjualan di CFD GBK, menjajarkan beragam menu seperti takoyaki mozarella, kebab, hingga jus mangga. Ia mulai menyiapkan lapak pukul 04.30 WIB dan biasanya selesai terjual sekitar pukul 11.00 WIB. Penjualan di CFD, menurutnya, sangat membantu meningkatkan omzet karena variasi pasar yang lebih luas.

Ningsih, pedagang pecel dan gorengan di Eco Foodcourt Plaza Timur GBK, juga merasakan peningkatan penjualan saat membuka lapak di CFD setiap Minggu. Meskipun ia biasanya berjualan di kantin, ia menambah lapak di CFD karena jumlah pengunjung yang lebih ramai. Hasil penjualan di CFD tidak hanya membantu memutar modal, tetapi sebagian juga bisa disisihkan untuk ditabung. Menurutnya, penjualan di kantin cukup untuk memutar modal, sementara keuntungan dari CFD bisa ditabung.

Bagi UMKM, kehadiran di CFD bukan hanya soal menjual lebih banyak dalam satu pagi. CFD juga menjadi ruang untuk bertemu langsung dengan konsumen, memperkenalkan produk, dan membuka peluang pelanggan baru. Dengan demikian, CFD berperan sebagai titik perputahan ekonomi bagi banyak UMKM setiap akhir pekan, di samping menjadi tempat rekreasi bagi warga.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait