BUMI Catat Laba Bersih Semester I-2026 Naik 188%, AMAR Tetapkan Dividen Interim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada perdagangan Selasa (4/8), IHSG naik 1,37% ke level 6.319,61, didorong oleh kenaikan saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA (+3,17%), BMRI (+2,16%), dan BBRI (+1,32%). Saham-saham seperti MAPI (-6,07%), BINA (-5,37%), dan MORA (-1,20%) mengalami koreksi. Investor asing mencatat pembelian bersih senilai Rp741,19 miliar di pasar reguler dan Rp623,48 miliar secara keseluruhan, dengan aliran dana terbesar menuju BBCA (Rp404,43 miliar), BMRI (Rp129,87 miliar), BBRI (Rp116,06 miliar), dan BBNI (Rp94,05 miliar). Dari 11 sektor, sembilan sektor menguat; sektor properti naik paling tinggi (+2,72%), sementara sektor barang konsumsi non-primer turun tipis (-0,10%). Sentimen eksternal positif seiring kenaikan indeks AS (Dow +1,71%, S&P +1,79%, Nasdaq +2,59%) dan penguatan ETF Indonesia (EIDO +2,00%) serta MSCI Indonesia (+2,16%).
BUMI melaporkan laba bersih semester I-2026 sebesar US$58,85 juta, melonjak 188% YoY, didukung oleh pendapatan US$866,75 juta (+27,85%), produksi batu bara 38,5 juta ton (+7,1%), volume penjualan +11,7%, dan harga FOB US$62,90 per ton. LABA menargetkan pendapatan Rp40 miliar dan laba bersih Rp5 miliar pada 2026, dengan capex Rp6 miliar untuk mesin injeksi dan molding, serta pengembangan bisnis baterai. AMAR mengumumkan dividen interim Rp3,9 per saham (total ~Rp70,25 miliar), setara dengan dividend yield 1,74%, yang akan dibayarkan pada 28 Agustus 2026.
Bagikan
Berita terkait
Kementerian ESDM Sudah Setujui 95 Persen RKAB Batu Bara 2026
kumparan · 29 September 2026 pukul 14.37
Survei Peta Persaingan Thai Tea: Dum Dum Dinilai Paling Autentik
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 09.00
Menkeu Suahasil: Bea Cukai Tindak Impor Ilegal Beras, Garam, & Pakaian Bekas
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 15.40
Barang Ilegal Gencar Serbu RI, Suahasil: Pasar Kita Besar
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 11.30