Barang Ilegal Gencar Serbu RI, Suahasil: Pasar Kita Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa pasar Indonesia yang besar dan daya beli masyarakat yang meningkat menjadi daya tarik utama bagi pengusaha global untuk memasuki Indonesia, bahkan melalui cara-cara ilegal. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers penindakan impor ilegal beras, garam, dan balpres yang dilakukan oleh Direktorat Jenderl Bea dan Cukai (DJBC) pada Agustus-September 2026.
Suahasil meminta otoritas kepabeanan untuk memperkuat pengawasan arus barang masuk dan keluar agar pasar dalam negeri dilindungi. Menurutnya, tanpa pengawasan yang ketat, masyarakat dan pelaku usaha lokal justru yang dirugikan akibat barang ilegal yang mengganggu pasar.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama melaporkan penindakan dilakukan di empat lokasi: Perairan Selat Malaka, Pelabuhan Tanjung Perak, Kawasan Berikuat Bogor, dan Pelabuhan Tanjung Priok. Bea Cukai berhasil mengamankan 30 kontainer berisi beras dan garam tidak sesuai pemberitahuan kepabeanan, serta sekitar 1.435 bal pakaian yang diduga bekas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 15.40
Menkeu Suahasil: Bea Cukai Tindak Impor Ilegal Beras, Garam, & Pakaian Bekas
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 13.45
Pesan Suahasil ke Bea Cukai: Tak Mungkin Membersihkan Kalau Tidak Bersih
Detik.com · 22 September 2026 pukul 13.07
Suahasil Sebut Baju Bekas Impor Ilegal Bikin Tukang Jahit-Industri Babak Belur
kumparan · 22 September 2026 pukul 12.01
Bea Cukai Ungkap Alasan Kasus Baju Bekas Impor Masih Belum Rampung
Berita terkait
Suahasil Siap Bersih-bersih Bea Cukai, Ingatkan Pegawai Soal Ini!
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 12.55
Bea Cukai Amankan 30 Kontainer Beras-Garam dan 1.435 Bal Pakaian Bekas Senilai Rp27,3 Miliar
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 10.03
FOTO: Bea Cukai Bongkar Impor Beras Ilegal dan Pakaian Bekas Rp27,3 M
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 20.30
Suahasil Mau Bersih-Bersih di Bea Cukai, Integritas Pegawai Jadi Harga Mati
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 16.45