Buruh Batalkan Rencana Demo di DPR Senin Depan, Takut Ada Penyusup
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) membatalkan rencana unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, yang semula dijadwalkan pada Senin (10/8). Aksi itu direncanakan untuk mendesak pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyatakan penundaan dilakukan setelah koalisi mencermati adanya kelompok-kelompok yang diduga menunggu momentum aksi untuk menumpang dan memanfaatkan situasi.
Aksi ini rencananya akan diikuti sekitar 50 ribu buruh dari 18 konfederasi yang tergabung dalam KBPBI. Presidium KBPBI memutuskan menunda aksi sambil terus mengamati perkembangan situasi di lapangan. Andi Gani menegaskan koalisi tetap akan mengawal pembahasan RUU Ketenagakerjaan melalui langkah konstitusional dengan mengutamakan keselamatan dan ketertiban.
Sebelumnya, KBPBI melakukan safari politik ke berbagai fraksi di DPR dan menyerahkan draf usulan RUU yang disusun anggota koalisi dari 18 konfederasi dan 157 federasi. Koalisi juga bertemu Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Meski menunda aksi, KBPBI memperingatkan DPR tentang potensi kerusuhan besar pada Agustus jika aspirasi buruh tidak diakomodasi. Mereka tidak ingin rangkaian demonstrasi Omnibus Law 2020 dan setelahnya terulang kembali.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 11.22
Koalisi Buruh Batal Demo Pekan Depan, Cemas Ada Penyusup
Berita terkait
DPR Serap Aspirasi Buruh, RUU Ketenagakerjaan Dikebut
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 17.12
Buruh: RUU Ketenagakerjaan Tak Boleh seperti Omnibus Law, Dibahas Tengah Malam dari Hotel ke Hotel
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 13.11
Buruh Bareng Pengusaha Rumuskan RUU Ketenagakerjaan, Draf Rampung Bulan Ini
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 09.00
Buruh Minta RUU Ketenagakerjaan Beri Rasa Keadilan
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 10.33