Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia mengumumkan bahwa cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$145 miliar pada akhir Juni 2026, turun dari US$156,5 miliar pada akhir Desember 2025, dengan penurunan sebesar US$11 miliar. Hal ini disampaikan oleh Pjs Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers KSSK pada 3 Agustus 2026. Penurunan ini disebabkan oleh kebutuhan stabilitas nilai tukar rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Destry menegaskan bahwa posisi US$145 miliar masih aman karena cadangan devisa mencukupi untuk kebutuhan impor selama 5,4 kali, yang melebihi standar internasional minimal 3 bulan impor dan pembayaran utang. Data ini menunjukkan cadangan devisa tetap dalam kondisi memadai untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 15.35
Cadangan Devisa RI Susut USD 11 Miliar, BI Klaim Masih Aman
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 18.49
Rupiah Hari Ini Kembali Melemah ke 18.000 Imbas Defisit Neraca Dagang
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.01
BI Catat Modal Asing Masuk RI Tembus US$8,5 M di Kuartal II 2026
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 17.07
Modal Asing Masuk RI Tembus US$ 8,5 Miliar di Kuartal II 2026
Berita terkait
Cadangan Devisa RI Turun Tipis Jadi US$145,3 M per Akhir Juli 2026
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 11.13
Rupiah Menguat ke 17.897 per Dolar AS, Cadangan Devisa Jadi Penopang
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 18.00
Ditopang Cadev USD145,3 Miliar, Rupiah Unjuk Gigi ke Rp17.897
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 17.05
BI: Cadangan devisa akhir Juli stabil sebesar 145,3 miliar dolar AS
ANTARA News · 7 Agustus 2026 pukul 11.14