Destry soroti tantangan ekspor di tengah CAD yang defisit pada TW-II
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Calon Gubernur BI Destry Damayanti menyoroti tantangan ekspor pada TW-II 2026 yang diakibatkan defisit transaksi berjalan (current account) sebesar 12,5 miliar dolar AS (3,3% PDB), melebar dari TW-I 2026 yang hanya 3,6 miliar dolar AS (1,0% PDB). Defisit terutama terjadi di neraca jasa dan pendapatan primer, sekaligus menantang neraca perdagangan untuk meningkatkan ekspor barang. Destry menekankan pentingnya meningkatkan ekspor untuk memperkuat sektor eksternal Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa defisit dapat ditutup oleh neraca finansial melalui FDI yang stabil, namun investasi portofolio menjadi fokus masalah. Selain itu, BI mengoptimalkan SRBI untuk menurunkan suku bunga dan menambah likuiditas pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal untuk mendukung nilai tukar rupiah jangka panjang. Rupiah dipengaruhi faktor fundamental dan sentimen pasak, termasuk sentimen global. BI akan aktif memanajemen nilai tukar untuk menjaga stabilitas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 16.57
Hadapi Tantangan Ekonomi, Destry Beberkan Tiga Misi jika Terpilih jadi Gubernur BI
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.45
Calon Bos BI Destry Buka Suara Soal Defisit Transaksi Berjalan Bengkak
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.59
Ekonom Nilai Destry Tetap Kedepankan Independensi BI
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.44
Calon Deputi Gubernur Senior Aida Ungkap Ujian Berat Rupiah di 2026
Berita terkait
Destry ingin BI tetap relevan respons tantangan saat uji di DPR
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 12.29
Rupiah Menguat ke 17.767 per Dolar AS, Pasar Sambut Positif Penunjukan Destry Damayanti
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.45
Ekonom UGM Ungkap Syarat Lain Calon Gubernur BI Baru
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 09.52
Ramalan Kinerja Rupiah di Tangan Pjs Gubernur BI Destry Damayanti
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 09.35