Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Cerita Detik-detik Bandara Soetta Tutup Imbas Erupsi Anak Krakatau

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, ditutup total selama dua hari, dari 6 hingga 8 September 2026, akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini dilakukan setelah PT Angkasa Pura Indonesia dan otoritas bandara mendapatkan peringatan dari maskapai Pelita Air sejak 5 September sore. Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia, Agus Hariyadi, menyatakan bahwa keputusan penutupan total bandara merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan tidak diterapkan saat masa pandemi COVID-19. Biasanya, bandara hanya mengalami penutupan sebagian, seperti saat perbaikan landasan pacu.

Pelita Air menjadi pihak pertama yang mendorong penutupan bandara demi alasan keselamatan. Direktur Safety Pelita Air, Eriza Muslim, menjelaskan bahwa peringatan dikeluarkan berdasarkan data dari BMKG dan Airnav, serta pengalaman maskapai saat menghadapi erupsi Gunung Sinabung di Medan. Saat abu vulkanik mulai mendekati Jakarta, kokpit pesawat sudah tercium bau belerang, sehingga pihak maskapai mengambil langkah untuk menutup penerbangan malam hari dari Surabaya dan Denpasal.

Eriza menegaskan bahwa keputusan penutupan penerbangan bukan pilihan yang mudah, karena berdampak pada kerugian komersial dan ketepatan waktu penerbangan. Namun, keselamatan penumpang dan awak kabin menjadi prioritas utama. Akhirnya, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno-Hatta, Putu Eka Cahyadhi, mengambil keputusan untuk menghentikan total operasional bandara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait