China Gelontorkan Rp 947 Triliun ke Bank dan Perusahaan Asuransi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2557550/original/081162600_1545966896-China.jpg)
China menyuntikkan dana sebesar 360 miliar yuan (setara US$53,6 miliar atau Rp947,16 triliun) ke delapan bank dan perusahaan asuransi milik negara untuk memperkuat sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat. Langkah ini dilakukan Kementerian Keuangan China untuk meningkatkan kemampuan operasional, ketahanan risiko, dan kemampuan mendukung sektor ekonomi riil. Paket dana ini akan memperkuat tiga bank besar dan lima perusahaan asuransi, termasuk Industrial and Commercial Bank of China dan Agricultural Bank of China, sekaligku memperkuat kemampuan mereka menghadapi guncangan eksternal akibat ketidakpastian global.
Penguatan ini merupakan bagian dari upaya Beijing untuk memulihkan ekonomi terbesar kedua di dunia di tengah berbagai tantangan, seperti ketegangan perdagangan dengan Barat, dampak konflik terkait Iran, dan penuaan populasi. Presiden Xi Jinping menekankan stabilitas keuangan sebagai kunci keamanan nasional. Ekonomi China tumbuh 4,3% pada kuartal kedua 2026, di bawah target tahunan setelah tumbuh 5% pada kuartal pertama. Pada Maret, Beijing memangkas target pertumbuhan ke kisaran 4,5%-5%, target terendah sejak 1991, untuk memberi ruang mengakui kelemahan ekonomi yang ada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 09.51
IHSG Dibuka Menguat 0,24%, Sektor Kesehatan Topang Penguatan
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 21.30
Lawatan ke AS, Xi Jinping Dikabarkan Akan Bawa Rombongan CEO
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 14.00
AAUI Bongkar Kejanggalan! Ekonomi Tumbuh Tapi Premi Asuransi Malah Jatuh
Berita terkait
17 Perusahaan Ini Raih Penghargaan Indonesia Best Multifinance Awards 2026
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 23.00
5 Direksi BTN Diganti, Siapa Saja?
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 19.12
Huawei Berdarah-Darah, Kekuatan China Lawan AS Terancam
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.00
Premi Asuransi Umum Anjlok, Klaim Malah Meledak 23,3% Jadi Rp29,5 Triliun
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 18.18