Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Menguat Rp17.605 per USD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat di level Rp17.605 per USD pada perdagangan Senin (14/9/2026), naik enam poin atau 0,03 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.611. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif dengan kemungkinan penutupan melemah di rentang Rp17.610-Rp17.650 per USD, dan untuk sepekan ke depan berada di antara Rp17.500-Rp17.850.
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang melampaui US$100 per barel. Sebagai importir neto minyak, Indonesia menghadapi tekanan fiskal akibat meningkatnya beban subsidi energi. Kenaikan harga minyak di atas asumsi ICP otomatis meningkatkan alokasi anggaran untuk subsidi BBM seperti Pertalite, Solar, dan LPG 3 kg, berpotensi memperlebar defisit APBN.
Pemerintah dihadapkan pada dilema kebijakan: menaikkan harga BBM dapat memicu inflasi dan menurunkan daya beli, sementara menjaga harga tetap menambah beban fiskal. Tekanan ini juga berisiko menyebabkan inflasi impor untuk komoditas lainnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.57
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.614 Akibat Ekspektasi Suku Bunga The Fed
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.41
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.605 per Dolar AS Senin Pagi
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.06
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Melemah ke 17.646 Imbas Lonjakan Harga Minyak
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 12.10
Rupiah Diprediksi Melemah di Awal September, Imbas Subsidi BBM dan Tekanan Global
JawaPos · 1 September 2026 pukul 10.45
Rupiah Kembali Tertekan, Konflik AS-Iran dan Harga Minyak Jadi Pemicu
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.20
Rupiah Lunglai ke Rp17.611 per Dolar AS Imbas Konflik Timteng Memanas
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.27