Rupiah bergerak menguat seiring keputusan BI tahan suku bunga acuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah menguat 0,12 persen menjadi Rp17.840 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, didorong keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Keputusan RDG periode 18-19 Agustus 2026 juga menetapkan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility tetap pada 4,75 persen dan 6,5 persen. Kebijakan moneter ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar dari gejolak global pasca-perang di Timur Tengah serta menjaga inflasi dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen dan memperkuat pertumbuhan ekonomi. BI juga meluas kebijakan insentif untuk meningkatkan investasi portofolio asing dan likuiditas pasar uang dan perbankan. Sinyal konflik antara Iran dan AS terkait Selat Hormuz menjadi sorotan pasar, meski Presiden AS Donald Trump menegaskan jalur tetap terbuka dan Iran mengklaim sebaliknya. Kesepakatan gencatan senjata sementara telah berakhir, namun belum ada laporan serangan baru hingga Selasa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.03
Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 14.35
Tok! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Gejolak Timur Tengah
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.31
Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah, Pasar Tunggu Hasil RDG BI
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 08.15
Rupiah Berpotensi Menguat Hari Ini, Sentimen Ekonomi AS dan Intervensi BI Jadi Penentu
Berita terkait
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.860
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 09.08
Dalam Sepakan, Rupiah Tertekan 0,83 Persen
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 09.48
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.753 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.33
Rupiah diprediksi melemah seiring pelaku pasar cermati hasil RDG BI
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 10.22