Danantara Sulit Restrukturisasi BUMN Karya, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPI Danantara Indonesia menghadapi kesulitan signifikan dalam melakukan restrukturisasi terhadap BUMN Karya. Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria menjelaskan bahwa masalah ini mencakup tumpukan utang yang sangat besar, dengan total utang mencapai ratusan triliun rupiah. Selain itu, masalah tidak hanya terjadi pada level holding, tetapi juga merembes ke anak perusahaan hingga level ketujuh atau lebih, dengan masing-masing memiliki lebih dari 20 anak perusahaan bermasalah.
Proses penyehatan ini memakan waktu lama karena Danantara memilih pendekatan yang hati-hati. Meskipun opsi seperti merger atau pemailitan tersedia, Dony menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak terhadap ekosistem agar tidak merugikan investor. Contoh kasus yang dihadapi antara lain pengembang LRT City dan WIKA Realty. Dony menegaskan bahwa tujuan utama adalah penyehatan fundamental yang riil, bukan sekadar perbaikan permukaan, sehingga risiko ledakan masalah di masa depan dapat dicegah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 17.19
Danantara Siapkan Strategi Kurangi Utang WIKA Lewat Optimalisasi Aset
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.43
Kawal Ketat Restrukturisasi WIKA, Danantara Tak Ingin Ada Akal-akalan
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 07.25
Persoalan Pelik BUMN Karya: Utangnya Besar-besar!
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.57
Danantara Kedepankan Prinsip Kehati-hatian Restrukturisasi BUMN Karya
Berita terkait
PR Besar Danantara, Dua Ditarget Selesai Tahun Ini
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 12.28
Danantara Bakal Kelola 200 Entitas Tahun Ini, Merger BUMN Karya Dikebut
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 22.52
Danantara Target BUMN Sisa 200 di Akhir 2026
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 19.34
Update Merger BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Digabung
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 17.30