Dari Climate Summit PBB, Menteri LH Ungkap Langkah Nyata Prabowo Atasi Perubahan Iklim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di Climate Summit PBB 2026 di New York, Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, menyampaikan strategi pengendalian perubahan iklim yang menggabungkan penurunan emisi dengan pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan pengentasan kemiskinan. Strategi ini didasarkan pada Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) sebagai langkah menuju net zero emissions pada 2060. Indonesia menekankan pentingnya keadilan dalam transisi energi, dengan fokus pada keterjangkauan energi, penciptaan kerja layak, nilai tambah lokal, dan perlindungan kelompok rentan. Langkah-langkah yang diambil meliputi pengurangan emisi dari limbah dan metana, dekarbonisasi industri, pengembangan energi surya, penerapan B50, dan pengembangan kendaraan listrik. Metana menyumbang 18,12% dari total emisi gas rumah kaca Indonesia pada 2022, sehingga pengelolaan sampah dan air limbah menjadi prioritas. Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga mengembangkan adaptasi iklim seperti Giant Sea Wall di pantai utara Jawa dan perlindungan mangrove untuk menghadapi kenaikan muka air laut.
Bagikan
Berita terkait
Data Center AI Butuh Listrik Jumbo, Dunia Mulai Khawatir
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.30
Kalimantan Mengering, Risiko Bisnis Batu Bara Mulai Menghantui Industri Energi
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 21.00
Hashim Klaim Industri Batu Bara di Indonesia Masih Punya Umur Panjang
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 17.13
Raksasa Migas Untung Besar di Tengah Perang, Trump Uring-uringan
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 20.10