Kalimantan Mengering, Risiko Bisnis Batu Bara Mulai Menghantui Industri Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kekeringan di Kalimantan, termasuk penyusutan Sungai Kapuas dan Sungai Barito, menimbulkan risiko bagi bisnis batu bara dan sektor energi berbasis fosil. Menurut Bhima Yudhistira dari CELIOS, perubahan iklim yang semakin intensif dapat meningkatkan risiko operasional, ekonomi, dan infrastruktur terkait batu bara. Studi Toxic 20 menunjukkan kerugian ekonomi dari penggunaan batu bara di PLTU mencapai Rp1.813 triliun, dengan potensi peningkatan akibat biaya kesehatan dan kerusakan lingkungan.
Tekanan lingkungan di Kalimantan semakin terlihat, terutama di Kalimantan Tengah, di mana sekitar 60% dari 15,3 juta hektare wilayah berada dalam penguasaan konsesi, termasuk sektor pertambangan batu bara. Janang Firman Palanungkai dari Walhi Kalteng menyatakan bahwa rangkaian bencana ekologis perlu menjadi evaluasi besar bagi pemerintah.
Sektor keuangan juga terdampak. Laporan BersihkanBankmu mencatat pembiayaan perbankan domestik kepada perusahaan batu bara sepanjang 2021-2024 mencapai US$7,2 miliar, dengan US$5,6 miliar berasal dari bank nasional. Risiko ini diperkirakan meningkat seiring transisi energi global. Bhima menekankan pentingnya percepatan pensiunan PLTU batu bara dan penghentian pembiayaan agar risiko ekonomi akibat krisis iklim tidak terus berlipat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 20.25
Kapal Tongkang Tak Bisa Berlayar, Stok Batu Bara RI Numpuk!
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.05
Sungai Kapuas Mengering, Aktivitas Angkut Batu Bara Mulai Terdampak
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 22.00
Agar tak Ganggu Operasional Pembangkit, Pembentukan BLU Sektor Energi Perlu Dikaji
Berita terkait
Hashim Klaim Industri Batu Bara di Indonesia Masih Punya Umur Panjang
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 17.13
Batu Bara Kalori Tinggi Makin Mahal, HBA September Jadi US$ 126,87/Ton
Detik.com · 2 September 2026 pukul 13.43
Tok! ESDM Tetapkan HBA Periode I September 2026, Mayoritas Turun
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 12.45
Peneliti Minta Pemerintah Kaji Menyeluruh Pembentukan BLU Sektor Energi
JawaPos · 1 September 2026 pukul 19.02