Raksasa Migas Untung Besar di Tengah Perang, Trump Uring-uringan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lima raksasa migas dunia—ExxonMobil, Chevron, BP, Shell, dan TotalEnergies—mencatatkan keuntungan bersih sekitar US$48 miliar (Rp854,4 triliun) pada kuartal II-2026, sementara aliran kas operasional mencapai hampir US$90 miliar (Rp1,602 triliun) selama April-Juni 2026. Angka ini menjadi salah satu tertinggi sepanjang masa, bahkan melampaui kenaikan pasca-invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Keuntungan besar ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik, termasuk konflik AS-Iran, yang mendorong kenaikan harga bahan bakar global.
Presiden AS Donald Trump membully perusahaan minyak karena dinilai menghasilkan 'terlalu banyak uang' dari kenaikan harga, bahkan mendesak penurunan harga di tingkat konsumen. Namun, analis IEEFA Clark Williams-Derry menyatakan bahwa sebagian besar perusahaan tidak meningkatkan produksi, melainkan memperkuat neraca dengan menambah cadangan kas (naik US$17 miliar/Rp302,6 triliun) dan membayar utang. Belanja modal, dividen, dan pembelian saham tetap relatif stabil.
Para eksekutif menekankan fokus pada stabilitas operasional. CEO BP Meg O'Neill menyebutkan peningkatan keandalan aset dan kilang, sementara CEO Shell Wael Sawan menyebut volatilitas sebagai 'normal baru'. Tekanan politik semakin besar, dengan kelompok lingkungan mendesak pajak rejeki nomplok untuk infrastruktur iklim, sementara American Petroleum Institute menolak gagasan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.15
IEA Prediksi Permintaan Minyak Bakal Turun 1,6 Juta Barel per Hari
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.50
Harga Minyak Dunia Mandek di US$87,8 saat Harapan Damai AS-Iran Redup
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 07.43
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$ 87, Harapan Kesepakatan Hormuz Memudar
Berita terkait
Trump Klaim AS Jadi Produsen Minyak Terbesar di Dunia
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 22.15
Trump Jumawa AS Kuasai Produksi Minyak Global
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.41
Harga Minyak Tembus US$101, Trump Umumkan Kapan Anjlok
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 12.02
Sikap Venezuela Usai Trump Kuasai Sebagian Cadangan Minyak
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 06.15