Dedi Mulyadi Dinilai Lakukan Blunder Putuskan Sepihak Proyek Data Center
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sepihak proyek data center bernilai trilian rupiah dengan alasan isu lingkungan dan pasokan air. Hal ini dikecam oleh Prof. Didik J. Rachbini dari INDEF dan Universitas Paramadina, yang khawatir langkah tersebut merusak iklim investasi nasional dan mengulangi kesalahan kebijakan masa lalu. Menurutnya, Indonesia sedang menjadi sasaran utama investasi teknologi global, dengan potensi pasar data center AI mencapai Rp360 triliun. Daerah seperti Batam, Jawa Barat, Madura, dan Bali menjadi prioritas investor asing. Pernyataan Didik merujuk pada pengalaman Indonesia pada era 1970-an hingga awal 1980-an, ketika pabrik semikonduktor asing seperti Fairchild Semiconductor dan National Semiconductor menutup pabriknya akibat kebijakan ketat, lalu pindah ke Malaysia yang kini mendominasi pasar global. Saat ini, dengan proyeksi kapasitas data center nasional mencapai 2.000 MW pada 2030 dan pertumbuhan permintaan sebesar 16,8 persen per tahun, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi pusat data utama ASEAN. Namun, kinerja kebijakan yang tidak konsisten seperti di Jawa Barat berisiko menghambat potensi tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 11.35
Potensi Investasi Data Center Rp360 T Terancam Melayang, Akankah Indonesia Ulangi Blunder 1980-an?
JawaPos · 4 Oktober 2026 pukul 10.30
Data Center Dihentikan di Jabar, Indef: Jangan Ulangi Kesalahan Investasi 1980-an
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 17.15
Boros Listrik-Air, AWS Gelontorkan Rp 17,8 T untuk Warga Sekitar Data Center
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 21.26
KDM hentikan pembangunan data center AI Jatiluhur akibat tanpa Amdal
Berita terkait
Hitung-hitungan Beban Ekologis di Balik Megaproyek Data Center Nasional
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 21.00
Airlangga Nilai RI Paling Cocok Jadi Lokasi Pusat Data di ASEAN
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 06.00
Proyek Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Dihentikan Sementara, Dedi Mulyadi: Konsultan Lalai Urus Izin
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 03.00
Dedi Mulyadi: Kan Ini Air Sudah Melimpah, Makanya Bangun Data Center!
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 00.22