Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Dedi Mulyadi Dinilai Lakukan Blunder Putuskan Sepihak Proyek Data Center

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sepihak proyek data center bernilai trilian rupiah dengan alasan isu lingkungan dan pasokan air. Hal ini dikecam oleh Prof. Didik J. Rachbini dari INDEF dan Universitas Paramadina, yang khawatir langkah tersebut merusak iklim investasi nasional dan mengulangi kesalahan kebijakan masa lalu. Menurutnya, Indonesia sedang menjadi sasaran utama investasi teknologi global, dengan potensi pasar data center AI mencapai Rp360 triliun. Daerah seperti Batam, Jawa Barat, Madura, dan Bali menjadi prioritas investor asing. Pernyataan Didik merujuk pada pengalaman Indonesia pada era 1970-an hingga awal 1980-an, ketika pabrik semikonduktor asing seperti Fairchild Semiconductor dan National Semiconductor menutup pabriknya akibat kebijakan ketat, lalu pindah ke Malaysia yang kini mendominasi pasar global. Saat ini, dengan proyeksi kapasitas data center nasional mencapai 2.000 MW pada 2030 dan pertumbuhan permintaan sebesar 16,8 persen per tahun, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi pusat data utama ASEAN. Namun, kinerja kebijakan yang tidak konsisten seperti di Jawa Barat berisiko menghambat potensi tersebut.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait