Defisit APBN Baru 0,9 Persen, Menkeu Purbaya Pastikan Ruang Fiskal Tetap Aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ruang fiskal Indonesia tetap aman hingga akhir Juli 2026, didukung oleh defisit APBN yang rendah sebesar 0,9 persen. Penerimaan perpajakan tumbuh hampir 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tanpa perlu menaikkan tarif pajak atau mengenakan pajak baru. Pemerintah justru fokus pada optimalisasi sistem dan peningkatan kinerja Ditjen Pajah dan Bea Cukai untuk meraih angka penerimaan yang tinggi.
Di sisi belanja, pemerintah menekankan penggunaan APBN secara efektif dan produktif. Pengeluaran yang tidak diperlukan dikendalikan dan dialihkan ke belanja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. APBN juga berperan sebagai shock absorber, termasuk melalui subsidi untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Bagikan
Berita terkait
Dividen Danantara Rp120 T Jadi 'Amunisi' Baru Purbaya Tekan Defisit
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.14
Utang Pemerintah Tembus Rp 10.000 Triliun, Purbaya Buka Suara
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 17.16
Isu Reshuffle Mencuat, Purbaya: Kita Fokus Jaga APBN
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.37
Purbaya Pilih Pertahankan Subsidi Energi Demi Jaga Daya Beli dan Inflasi
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 21.00