Purbaya Pilih Pertahankan Subsidi Energi Demi Jaga Daya Beli dan Inflasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah mempertahankan subsidi energi untuk melindungi daya beli masyarakat dan mencegah lonjakan inflasi. Subsidi BBM berperan sebagai penahan dampak kenaikan harga minyak global, sehingga tidak langsung diteruskan ke konsumen. Purbaya menekankan bahwa keputusan ini didasarkan pada analisis dampak terhadap harga, daya beli, dan pertumbuhan ekonomi, bukan hanya besarnya belanja pemerintah.
Pemerintah berencana perbaiki skema subsidi agar lebih tepat sasaran. Purbaya menyatakan adanya kolaborasi dengan BPS untuk survei yang mendukung ekspansus anggaran, sekaligus perbaikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan demikian, kelompok masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan manfaat, sementara kelompok mampu tidak lagi menerima subsidi.
Kebijatan ini sejalan dengan inflasi April 2026 yang tercatat 2,42% secara tahunan dan 0,13% secara bulanan. Purbaya menegaskan bahwa pencabutan subsidi saat harga energi global masih tinggi berisiko memicu inflasi yang lebih tinggi dan perlambat pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.55
Wamen ESDM Ungkap Subsidi Energi Bisa Bengkak Rp300 T Jika EBT Lambat
Detik.com · 2 September 2026 pukul 10.38
Tifatul Soroti Anomali Daya Beli di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Nasional
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 07.35
Target Purbaya Atasi Kemiskinan pada 2027, Yakin Tercapai?
Berita terkait
Gubernur Terpilih BI Destry Damayanti Genjot Sinergi Fiskal-Moneter Jaga Inflasi
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 15.06
Purbaya Ungkap Situasi Global Masih Mengerikan, RI Harus Bersiap
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.06
Rupiah Melemah ke Rp17.772, Subsidi Energi Jadi Ancaman Baru bagi Fiskal
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 16.30
Bos IMF Warning Guncangan Harga Energi Belum Berakhir!
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 20.45