Ekonom proyeksi defisit transaksi berjalan 2026 melebar ke 2,49 persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom PermataBank memproyeksikan defisit transaksi berjalan Indonesia melebar ke 2,49 persen dari PDB pada 2026, dibandingkan 0,09 persen pada 2025. Proyeksi ini didorong oleh tekanan pada neraca perdagangan akibat kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan, meningkatkan permintaan impor. Cadangan devisa diperkirakan turun menjadi kisaran 143-147 miliar dolar AS pada akhir 2026, dari 156,47 miliar dolar AS pada akhir 2025. Surplus perdagangan Indonesia melonjak pada Agustus 2026 mencapai 3,55 miliar dolar AS, namun kumulatif Januari-Agustus 2026 hanya mencapai 7,25 miliar dolar AS, penurunan drastis dari 29,35 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.56
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$ 3,55 Miliar di Agustus 2026
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.20
Menko Airlangga: Sinyal Ekonomi Indonesia Makin Solid
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 17.55
Ketika Impor Harus Menjadi Jalan Menuju Ekspor
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 15.19
Rupiah Tertekan Dekati Level Rp18.000 per USD, Terdorong Sentimen Reshuffle Kabinet Prabowo
Berita terkait
Pengusaha Pede Neraca Perdagangan Indonesia Masih Bisa Surplus
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 21.45
Jabar Catat Surplus Neraca Perdagangan US$ 16,63 Miliar hingga Juli 2026
Detik.com · 3 September 2026 pukul 16.59
Neraca Perdagangan Juli 2026 Surplus, Ekspor Tumbuh 6,05 Persen
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 12.15
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus, Ekspor Juli Tembus US$26,2 Miliar
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 13.12