Defisit Transaksi Berjalan 2026 Diproyeksikan Melebar ke 2,49 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Defisit transaksi berjalan Indonesia diproyeksikan melebar menjadi 2,49 persen dari PDB pada 2026, meningkat signifikan dari 0,09 persen pada 2025. Kondisi ini diperkirakan menurunkan cadangan devisa ke kisaran USD 143–147 miliar pada akhir 2026, turun dari USD 156,47 miliar pada akhir 2025.
Pelebaran defisit dipicu oleh peningkatan permintaan impor akibat kebijakan pemerintah yang berorientasi pertumbuhan, sementara ekspor tertekan permintaan global yang lemah dan ketidakpastian geopolitik. Surplus perdagangan kumulatif Januari-Agustus 2026 juga menyusut tajam menjadi USD 7,25 miliar dibandingkan USD 29,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Risiko tambahan muncul dari ketegangan Timur Tengah yang berpotensi menaikkan harga minyak global dan nilai impor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 21.04
Ekonom proyeksi defisit transaksi berjalan 2026 melebar ke 2,49 persen
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.50
Pantas Saja Rupiah Susah Menguat, Ini Ternyata Biang Keroknya!
Berita terkait
Defisit Transaksi Berjalan Kuartal II-2026 Naik ke 12,5 miliar dolar AS
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 13.05
Destry Klaim Cadangan Devisa RI Aman di Atas Standar Internasional
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 16.15
Bos BI Ungkap Cadangan Devisa RI Bakal Naik, Tembus Rp147,5 M
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.50
Rupiah Terbang Tinggi, Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 17.50