Destry Klaim Cadangan Devisa RI Aman di Atas Standar Internasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2026 mencapai US$146,5 miliar atau setara 5,49 bulan impor. Angka ini jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Cadangan devisa menjadi bantalan penting ketika tekanan eksternal tinggi, seperti ketidakpastian pasar keuangan global akibat kenaikan suku bunga AS, peningkatan yield US Treasury, dan penguatan dolar AS. Pada pertengahan September 2026, rupiah mengalami tekanan dan berharga Rp17.855 per USD, melemah 0,78% dari akhir Agustus. Investasi portofolio asing hingga 21 September 2026 menunjukkan net inflow US$0,4 miliar, didukung penerbitan global bond pemerintah dan aliran dana ke SBN. Destry menilai ketahanan eksternal Indonesia masih terjaga, namun stabilisasi rupiah menjadi fokus utama kebijakan BI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 17.02
BI Perbesar Insentif Hedging hingga 30 Persen untuk Stabilkan Rupiah
kumparan · 22 September 2026 pukul 16.07
IHSG Ditutup Merosot 1,69%, Rupiah Melemah ke Level Rp 17.885
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 18.35
Tahan BI Rate 5,75%, BI Fokus Pacu Pertumbuhan Ekonomi
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.25
Luas KEK RI Kalah dari Malaysia-Vietnam, Airlangga Ungkap Penyebabnya
Berita terkait
Rupiah menguat dipengaruhi respons positif pasar atas pidato Presiden
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 16.50
Rupiah Bergerak Melemah di Pembukaan Senin, Awas Bisa Berlanjut
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 11.24
Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 09.51
Rupiah Melemah Tipis Jelang Pertemuan FOMC, Investor Pilih Wait and See
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 17.37