Pantas Saja Rupiah Susah Menguat, Ini Ternyata Biang Keroknya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp18.000/US$, melampaui asumsi APBN 2026. Tekanan berasal dari faktor eksternal berupa ketegangan geopolitik yang memicu inflasi dan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September 2026.
Faktor domestik utama adalah rekor defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuartal II-2026 sebesar US$ 12,5 miliar (3,3% PDB), tertinggi sejak 2004. Hal ini dipicu oleh penurunan drastis surplus neraca barang dari US$8,21 miliar menjadi US$1,32 miliar akibat lonjakan impor barang sebesar 23,87%. Selain itu, defisit neraca jasa mencapai rekor terendah sebesar US$5,89 miliar karena pembayaran layanan asing meningkat lebih cepat daripada pendapatan jasa Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 30 September 2026 pukul 14.00
Nilai Tukar Rupiah Terdepresiasi 7,74 Persen hingga Akhir September 2026, Ini Penjelasan BI
kumparan · 30 September 2026 pukul 13.53
BI Ungkap Rupiah Melemah 7,74 Persen Sejak Awal Tahun 2026, Ini Penyebabnya
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.00
BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 12.06
BI Buka Suara soal Rupiah Kembali Tembus Rp18 Ribu Hari Ini
Berita terkait
Video: Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.15
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 13.58
Rupiah Lesu, Bos BI Siapkan Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 07.50
BI Proyeksikan Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil Di Tengah Dinamika Pasar Global
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 13.52