Demokrat Pilih 'Nonton' Kasus Ijazah Gibran, Andi Mallarangeng: Kami Cuma 44 Kursi!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Partai Demokrat memilih menunggu hasil persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan penyetaraan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Andi Mallarangeng, Ketua Dewan Pakar Demokrat, menyatakan partai hanya memiliki 44 kursi di parlemen, menjadi fraksi paling kecil, sehingga tidak mau campur tangan sebelum putusan MK. Gugatan yang diajukan Denny Indrayana dinilai sebagai perkara belum pernah ada preseden sejarah ketatanegaraan. Andi menekankan perbedaan dengan polemik ijazah Jokowi yang sudah berakhir masa jabatannya. Putusan MK diperkirakan sulit diprediksi karena karakter lembaga yang progresif. Partai menegaskan tidak ada kaitannya dengan gugatan tersebut dan akan menunggu proses hukum selesai sebelum menentukan sikap lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 18.44
Gugatan Soal Ijazah Gibran Jadi Kesempatan MK Lunasi Utang Putusan 90
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 18.11
Jelang Sidang PHPU Syarat Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Masih Rahasiakan Sosok 5 Saksi dan Ahli
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 21.14
Mantan Ketua KPU Ungkap Alasan Tidak Klarifikasi Dokumen Pendidikan Gibran
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 09.32
Profil Saldi Isra, Hakim MK yang Kerap Berikan Pertanyaan Tajam ke KPU dan Bawaslu Terkait Ijazah Gibran
Berita terkait
Denny Indrayana Disemprot Ahli di MK Soal Ijazah Gibran: Jangan Digiring ke Politik
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 07.15
Tinggal Hadapi Denny Indrayana, Gibran Dapat Buktikan Kualitasnya Sebagai Wapres Prabowo
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 11.04
Gibran Diminta Berikan Klarifikasi Soal Tuduhan Denny Indrayana: Apa Pun Konsekuensinya...
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 10.52
Denny Indrayana Klaim Sudah Lakukan Apapun Demi Bongkar Ijazah Gibran
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.10