Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Calon Deputi Gubernur Senior Aida Ungkap Ujian Berat Rupiah di 2026

Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman menyampaikan dalam fit and proper test dengan Komisi XI DPR RI bahwa tantangan rupiah pada 2026 diperkirakan cukup berat akibat ketidakpastian global yang tinggi dan perubahan cepat dalam persepsi investor. Menurutnya, pergerakan nilai tukar rupiah erat kaitatnya dengan kondisi neraca transaksi berjalan dan transaksi finansial. Ketika aliran finansial melemah dan sentimen global memburuk, rupiah berisiko mengalami depresiasi. Namun, BI tidak menargetkan level nilai tukar tertentu, melainkan fokus pada stabilitas agar tidak terjadi overshooting atau pelemahan berlebihan dari fundamental.

Pada 2025, rupiah mengalami tren depresiasi, namun BI berupaya menjaga stabilitas pergerakan nilai tukar agar tidak berkelanjutan. Memasuki 2026, Aida menilai masih ada faktor fundamental yang dapat menjadi penyangga, seperti defisit transaksi berjalan yang diperkirakan tetap terkendali di sekitar 3,3% dari PDB. Kondisi ini, menurutnya, membantu menahan tekanan terhadap rupiah sehingga pergerakan nilai tukar dapat kembali lebih stabil secara bertahap.

Aida juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga seiring tekanan pada nilai tukar. Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan harga impor dan mendorong inflasi. Oleh karena itu, stabilitas nilai tukar menjadi bagian penting dari strategi BI untuk menjaga inflasi tetap dalam target yang disepakati bersama Kementerian Keuangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait