Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank CIMB Niaga Tbk memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) masih akan naik sekali lagi pada tahun 2026, namun kenaikannya mulai mendekati puncak dan tendensi melambat. Proyeksi ini membuat instrumen obligasi menjadi investasi menarik karena imbal hasilnya berada di level tinggi. Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, Head Market Research CIMB Niaga, menyatakan investor dapat memanfaatkan yield obligasi pemerintah Indonesia yang mencapai 7,16% pada KQ II 2026, dengan proyeksi yield obligasi mencapai 7,5% akibat potensi kenaikan suku bunga tambahan. Instrumen seperti FR100 menawarkan yield to maturity sekitar 7-7,1%, sementara obligasi dengan tenor lima tahun menawarkan yield 6,7-6,8%. Investor baru disarankan mengunci imbal hasil sebelum siklus suku bunga berbalik, namun harus memperhatikan risiko harga obligasi yang akan turun saat yield naik serta volatilitas nilai tukar rupiah yang diproyeksikan berada di kisaran Rp17.800-Rp18.300 per dolar Amerika Serikat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 16.09
Suku Bunga BI Dekati Puncak, Obligasi Jadi Pilihan Investasi Menarik
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 18.40
CIMB Niaga Kasih Sinyal Bahaya Rupiah, Bisa Tembus Rp18.300
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.05
BI Rate Diprediksi Masih Bisa Naik Lagi hingga Akhir 2026
Berita terkait
Rupiah Berpotensi Melemah Hari Ini, Hasil Keputusan BI Rate Jadi Sorotan Pasar
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 08.17
Tok! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Gejolak Timur Tengah
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 14.35
Menanti BI Rate, Rupiah Diprediksi Melemah Jelang Pengumuman RDG
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 10.57
BI-Rate diprediksi bertahan di level 5,75 persen pada RDG Agustus 2026
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 09.43