CIMB Niaga Kasih Sinyal Bahaya Rupiah, Bisa Tembus Rp18.300
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank CIMB Niaga Tbk memproyeksikan rupiah menghadapi tekanan hingga berada di kisaran Rp17.800-Rp18.300 per dolar AS, dengan rupiah saat ini bergerak di level Rp17.907 per dolar AS. Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, Head CIMB Niaga, menyatakan konsensus Bloomberg memproyeksikan Rp17.800, sementara CIMB Niaga lebih konservatif pada Rp18.300. Tekanan rupiah dipengaruhi oleh pengetatan kebijakan suku bunga Indonesia dan perlambatan ekonomi, berbeda dengan Amerika Serikat yang berada dalam fase soft landing dengan pertumbuhan 2%. Investor disarankan diversifikasi ke instrumen non-rupiah seperti reksa dana global syariah atau dana pendapatan tetap USD. Pasar obligasi masih menarik, dan BI Rate berpotensi naik satu kali hingga akhir tahun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.30
Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.34
Tantangan Destry Menjaga BI Tetap Kredibel di Tengah Tekanan Ekonomi
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 17.16
Penutupan Bursa Saham Hari Ini, IHSG Berada pada Level 6.405,69
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.25
Video: Benahi Masalah 1.074 BUMN, Danatara Lakukan Likuidasi - Merger
Berita terkait
Rupiah Berpotensi Melemah Hari Ini, Hasil Keputusan BI Rate Jadi Sorotan Pasar
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 08.17
Suku Bunga BI Dekati Puncak, Obligasi Jadi Pilihan Investasi Menarik
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 16.09
Rupiah Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini, Pandangan Fitch Ratings Soal Ekonomi RI Jadi Pemicu?
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 07.00
Demo 27 Agustus tak Otomatis Tekan Rupiah dan IHSG
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 14.16