Didukung BI, Bisnis Ritel Ponpes Sunan Drajat Kini Berkembang Jadi 200 Cabang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur, berhasil mengembangkan bisnisnya dari kondisi utang Rp 700 juta pada 2018 menjadi jaringan Toserba dengan sekitar 200 cabang. Dukungan Bank Indonesia (BI) melalui pembiayaan, mesin, dan pendampingan capacity building menjadi kunci utama pertumbuhan ini. Mulai dari pabrik garam yang berkembang dari enam pekerja menjadi kapasitas 100 ton per hari, hingga pusat perdagangan yang menjadi motor ekspansi Toserba. Omzet Toserba saja mencapai Rp 316 miliar periode Januari-September 2026. Model bisnis menggunakan kemitraan dengan masyarakat, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan untuk ekspansi cabang lebih cepat.
Sunan Drajat kini mengelola lebih dari 30 lini bisnis termasuk pabrik roti, konveksi, penggilingan padi, produksi sabun, sampo, makanan olahan, greenhouse, apotek, optik, peternakan, hingga bisnis restoran di Malaysia. Visi pengembangan adalah mengganti semua produk di Toserba dengan produksi internal. BI juga mendukung melalui program Toko Bahan Baku Halal (Tobaku) dan pengembangan ekosistem ekonomi pesantren selama delapan tahun melalui HEBITREN.
Platform digital Pesantara sebagai marketplace berbasis koperasi telah melayani 40 pesantren anggota dengan omzet transaksi hampir Rp 8 miliar. Pengembangan ini tidak hanya ditujukan untuk kemandirian ekonomi pesantren, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar dan membuka akses pasar ekspor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 12.34
Rupiah Digital Kantongi Fatwa Halal, Masuk Tahap Uji Transaksi Lintas Negara
Berita terkait
BI Dorong Sinergi dan Perluasan Pembayaran Digital lewat FEKDI x IFSE 2026
kumparan · 29 September 2026 pukul 07.00
Transaksi FESyar Jawa Tembus Rp 91,5 Miliar, Lampaui Target
kumparan · 28 September 2026 pukul 12.00
BI catat transaksi Fesyar Jawa 2026 lampaui target Rp35 miliar
ANTARA News · 27 September 2026 pukul 15.25
Dari Pesantren ke Pasar, FESyar Jawa Mulai Bicara Soal Duit
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 11.14