Jakarta · Minggu, 27 September 2026Cari
WargaKonoha

Dari Pesantren ke Pasar, FESyar Jawa Mulai Bicara Soal Duit

Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 digelar Bank Indonesia di Surabaya pada 25-27 September 2026 untuk memperluas dampak ekonomi syariah di luar sektor keuangan. Acara ini menampilkan Pasar Rakyat dan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat, pengembangan wakaf uang untuk pendidikan, serta pembiayaan perumahan bagi guru madrah dan pesantren anggota HEBITREN. Gubernur BI Destry Damayanti menekankan bahwa penguatan ekosistem ekonomi syariah harus melibatkan rantai nilai halal, pembiayaan syariah, literasi, dan inklusi, bukan hanya pertumbuhan aset.

Jawa Timur dipilih sebagai lokasi karena perannya dalam ekonomi syariah nasional, dengan 97,33% penduduk beragama Islam dan 7.347 pesantren. Pada triwulan II 2026, sektor unggulan rantai nilai halal tumbuh 5,5% secara tahunan, didorong oleh makanan halal, fesyen muslim, dan pariwisata ramah muslim. Aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp3.131 triliun, sementara literasi ekonomi syariah naik dari 16,30% pada 2019 ke 50,18% pada 2025.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa keberhasilan ekonomi syariah tidak hanya diukur dari besarnya aset, tetapi juga dari seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat. FESyar Jawa 2026 menjadi acara terakhir Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 setelah pertemuan di Sumatera dan Kawasan Timur Indonesia. Sejak 2019, FESyar menjadi wadah bagi pelaku usaha, lembaga pembiayaan, pemerintah, dan pesantren untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait