DMO Batu Bara Gerus Profit PTBA Rp 14,5 T Sejak 2018
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalami penurunan profit sekitar Rp 14,5 triliun sejak 2018 hingga 2025 akibat beban Domestic Market Obligation (DMO). Meskipun regulasi menetapkan kewajiban DMO sebesar 25%, realisasi PTBA jauh melampaui angka tersebut, bahkan mencapai lebih dari 54% pada 2025. PTBA menilai beban pemenuhan kebutuhan batu bara domestik, terutama sektor kelistrikan, tidak terbagi secara adil antarperusahaan tambang.
Kendati tertekan DMO dan gangguan cuaca pada semester I 2026, laba bersih PTBA melonjak signifikan sebesar 218% menjadi Rp 2,65 triliun, naik dari Rp 0,83 triliun tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh efisiensi penambangan dan harga batu bara yang meningkat. Saat ini, PTBA juga fokus pada empat proyek hilirisasi, termasuk Coal-to-Kalium Humat dan PLTU smelter aluminium, dengan target operasional antara 2028 hingga 2032.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.05
Pasok DMO Lebih dari 54%, PTBA Kehilangan Potensi Laba Rp 14,5 Triliun
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.00
Dirut PTBA Blak-blakan Kondisi Cadangan Batu Bara, Segini Jumlahnya
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.10
Bisnis Batu Bara PTBA Tak Terkena Imbas Kemarau, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 17.30
Dirut PTBA Beberkan Tantangan Industri Batu Bara Saat Dunia Bergejolak
Berita terkait
PTBA Bidik Bisnis Baru Hilirisasi Batu Bara, Tak Cuma DME!
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 11.25
Video: Bedah Bisnis Batu Bara PTBA Perkuat Ketahanan Energi Era Perang
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.05
Gak Cuma Batu Bara, PTBA Bidik 20% Pundi-Pundi dari Proyek Hilirisasi
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 13.10
Laba PT Bukit Asam Melejit 218 Persen Jadi Rp 2,65 Triliun pada Semester I 2026
kumparan · 8 September 2026 pukul 08.15