Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

DOKU Ungkap Tantangan Pembayaran Bisnis Menengah di Era Digital

DOKU, sebagai penyelenggara jasa keuangan yang highly-regulated, menyoroti tantangan pembayaran bisnis menengah dan local brand di era digital. Head of SME Business DOKU, Hasto Kusumo, menjelaskan bahwa kebutuhan pembayaran tidak boleh disamakan antar skala bisnis. Bisnis mikro membutuhkan kemudahan penerimaan pembayaran tanpa proses rumit, sementara bisnis yang lebih besar membutuhkan solusi yang lebih kompleks, termasuk pengelolaan transaksi, settlement, dan rekonsiliasi. Penyamarataan kebutuhan ini seringkali menyebabkan penerapan regulasi yang sama, padahal seharusya disesuaikan dengan kompleksitas masing-masing level bisnis. Hasto menekankan pentingnya adaptasi sistem pembayaran seiring pertumbuhan skala operasional. DOKU telah melayani berbagai industri, dari bisnis mikro hingga local brand dengan ratusan cabang, dengan solusi yang fleksibel mulai dari penerimaan QRIS hingga proses settlement otomatis. Salah satu contoh nyata adalah pembantu DOKU bagi jaringan bengkel ritel dengan ratusan cabang melalui fitur split settlement, yang berhasil menyederhanakan laporan keuangan antar cabang dan kantor pusat. Di samping itu, Hasto juga menyinggung pentingnya keamanan dan kemudahan dalam pembayaran digital yang harus berjalan sejalan. DOKU menerapkan pendekatan layered dan risk-based untuk mengidentifikasi potensi fraud tanpa menambah friksi bagi transaksi normal. Dengan pemanfaatan AI, sistem pembayaran dikembangkan untuk proteksi dan efisiensi operasional. Untuk bisnis yang berekspansi ke pasar internasional, Hasto menyarankan persiapan infrastruktur pembayaran sejak dini, termasuk dukungan terhadap berbagai metode pembayaran lokal, mata uang, settlement, rekonsiliasi, dan manajemen risiko di setiap pasar.", "tags": ["pembayaran digital", "bisnis menengah", "doku", "qris", "fraud"]}</arg_value></tool_call>

Berita terkait