Dua Smelter Freeport di Gresik Siap Beroperasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Smelter kedua PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, Gresik, Jawa Timur, telah siap beroperasi kembali. Fasilitas ini akan beroperasi bersama smelter pertama yang dikelola PT Smelting. Smelter PT Smelting sempat berhenti sejak 8 Agustus 2026 karena gangguan. PTFI memiliki 66 persen saham di PT Smelting, sedangkan 34 persen dimiliki Mitsubishi Materials Corporation. Smelter kedua berhenti beroperasi sejak kuartal IV 2025 karena kekosongan pasokan konsentrat akibat longsor di tambang Grasberg Block Cave, Tembagapura.
Total kapasitas fasilitas produksi PTFI di Gresik mencapai 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyatakan kedua smelter siap beroperasi dan menjadikan Gresik sebagai pusat pemurnian mineral tembaga terbesar dalam sejarah hilirisasi Indonesia. Pengoperasian ini merupakan bagian dari komitmen PTFI untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Tahun ini PTFI diproyeksikan berproduksi sekitar 65 persen dari kapasitas, dengan kontribusi ke negara diperkirakan Rp 47 triliun. Produksi ditargetkan naik menjadi 75 persen pada semester I 2027 dan mencapai 100 persen pada semester II 2027. Pada kapasitas penuh, kontribusi Freeport kepada negara diproyeksikan mencapai Rp 120 triliun per tahun.
Bagikan
Berita terkait
Smelter ke-2 Freeport di Gresik Akan Beroperasi Lagi di September 2026
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 17.05
Smelter Freeport di Gresik Kembali Operasi Bertahap Mulai September 2026
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 17.16
Freeport Bakal Mulai Produksikan Tambang Bawah Tanah Baru di 2029
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.30
Bos Freeport Buka-bukaan Progres Pengembangan Tambang Bawah Tanah Baru
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 16.20